Sistem Pakar Deteksi Enterokolitis Dengan Metode Forward Chaining Dan Certainty Factor (Hybrid)

suci wahyuni

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam memahami pentingnya mengetahui kondisi tubuh, terutama batita yang paling rentan mengalami penyakit usus menggunakan system pakar. Salah satu penyakit usus yang dimaksudkan adalah enterokolis. Metode yang digunakan dalam perancangan system ini menggunakan metode hybrid yang terdiri dari forward chaining dengan certainty factor. Data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan history dari penderita penyakit enterokolis yang dilihat dari variable gejala dan penyakit. Proses identifikasi dimulai dari penentuan kondisi awal pasien melalui gejala dan kemudian menentukan penyakit yang diderita. Penelitian ini akan menghasilkan informasi berupa pengetahuan baru yang bisa di gunakan oleh pasien dalam pengambilan keputusan. Hasild dalam penelitian ini lebih akurat karena disajikan dalam bentuk persentasi berupa keyakinan pasien terindikasi penyakit yang dimaksudkan. Penelitian ini dangan bermanfaat untuk masyarakat karena akan memberikan edukasi yang baru dalam memahami masalah usus. Sehingga pasien bisa ditindaklanjuti dengan cepat tanpa harus menunggu.

Keywords

Expert System Hybrid Enterocolitis Intestine

Full Text:

PDF

References

Susmiati, S. (2019). Peran Mikrobiota Usus Dalam Perkembangan Obesitas. Majalah Kedokteran Andalas, 42(1), 41-49.

Natassa, S. E. (2019). Efektivitas Konsumsi Susu Probiotik Terhadap Ph Saliva Dan Jumlah Bakteri Streptococcus Mutans Dalam Saliva.

Setyaningsih, D., Musdaniaty, D., & Muna, N. (2019). Produksi Bubuk Sinbiotik Dari Hidrolisateucheuma Cottonii Menggunakanspray Drying. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 29(3).

Humaida, R. (2019). Gambaran Infeksi Nematoda Usus Pada Siswa/I Sdn 01 Talang Bojong Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung (Doctoral Dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).

Parweni, N. K. A., Getas, I. W., & Zaetun, S. (2019). Infeksi Kecacingan Nematoda Usus Yang Ditularkan Melalui Tanah (Soil Transmitted Helminth) Pada Petani Sayur Sawi Hijau Di Desa Bug-Bug Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 5(2), 68-72.

Samsudin, S., Irawan, M. D., & Harahap, A. H. (2019). Mobile App Education Gangguan Pencernaan Manusia Berbasis Multimedia Menggunakan Adobe Animate CC. Jurti (Jurnal Teknologi Informasi), 3(2), 141-148.

Tamara, M. F., Tulenan, V., & Paturusi, S. D. (2019). Aplikasi Pembelajaran Interaktif Sistem Pencernaan Manusia Untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Teknik Informatika, 14(3), 377-386.

Muwaffaq, M. D., Fitriani, L., & Atmadja, A. R. (2019). Media Pembelajaran Interaktif Pengenalan Alat Pencernaan Manusia Dengan Perangkat Mobile. Jurnal Algoritma, 16(2), 186-191.

Nurhayatmi, E., Muttaqin, Z., Sugiyarta, A., & Hay’s, R. N. (2019). Expert System For Diagnosing Types Of Diseases In Human Intestine Organs Using The Certainty Factor Method. Journal Of Machine Learning And Soft Computing, 1(2), 21-28.

Sari, I. M., & Thalib, F. (2019). Pembuatan Aplikasi Sistem Pakar Berbasis Web Untuk Diagnosis Penyakit Infeksi Yang Disebabkan Oleh Bakteri Dan Virus. Jurnal Ilmiah Informatika Komputer, 24(1), 1-13.

Abdul, K. M. Y. (2019). Identifikasi Cryptosporidium Sp Dengan Metode Pemeriksaan Mikroskopis Pada Pasien Hiv/Aids Di Rsup Dr. M. Djamil Padang (Doctoral Dissertation, Universitas Andalas).

Fadhil, R. (2019). Asuhan Keperawatan Pada Klien Typhoid Dengan Ketidakefektifan Termoregulasi Di Ruang Dahlia Ii Rsud Ciamis.

Nengsih, D. S., Saputro, S. A., & Diyanah, K. C. (2020). Prevalensi Giardiasis Dan Kondisi Hygiene Perorangan Pada Murid Paud Di Kb-Tk Al Amin Paciran Lamongan. Jurnal Ekologi Kesehatan, 19(2), 94-100.

Yenila, F., & Wiyandra, Y. (2019). Expert System Eating Disorder To Youth With The Hybrid Method. Sinkron: Jurnal Dan Penelitian Teknik Informatika, 4(1), 149-154.

Wiyandra, Y., & Yenila, F. (2018). Sistem Pakar Deteksi Apendisicitis. Jurnal KomtekInfo, 5(3), 81-91.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.